![]() |
| Ketua Umum Hippermaku Cabang Kolaka (menggunakan stelan jas hitam serta kemeja putih). |
Seruan tersebut disampaikan dalam momentum pelantikan yang digelar di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara, Sabtu (11/4/2026). Menurut Irfan, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun kesadaran kritis dan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kita tidak bisa berbicara kemajuan daerah tanpa membangun budaya literasi. Literasi adalah kunci untuk membuka cakrawala berpikir, memperkuat daya kritis, dan melahirkan generasi yang mampu bersaing,” tegasnya.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar pemuda hari ini bukan hanya pada keterbatasan akses, tetapi juga rendahnya minat baca dan budaya diskusi yang produktif. Karena itu, HIPPERMAKU ke depan akan menjadikan literasi sebagai salah satu program prioritas organisasi.
“Kami ingin HIPPERMAKU hadir sebagai ruang belajar bersama. Tidak hanya bergerak dalam aksi, tetapi juga dalam gagasan. Diskusi, kajian, dan produksi tulisan harus menjadi nafas gerakan kita,” lanjut Irfan.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa gerakan literasi yang dimaksud tidak terbatas pada membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami realitas sosial, menganalisis persoalan daerah, serta menyampaikan gagasan secara konstruktif.
“Literasi bukan sekadar membaca teks, tetapi membaca konteks. Pemuda harus mampu memahami persoalan daerahnya, lalu menawarkan solusi berbasis pengetahuan,” ujarnya.
Dalam upaya konkret, HIPPERMAKU Cabang Kolaka berencana menginisiasi berbagai program, seperti forum diskusi rutin, kelas menulis, hingga pengembangan ruang baca yang inklusif bagi masyarakat.
“Kami akan mulai dari hal sederhana, membangun kebiasaan membaca dan berdiskusi. Dari situlah lahir pemikiran besar yang bisa menggerakkan perubahan,” tambahnya.
Seruan ini pun mendapat respons positif dari para peserta pelantikan, yang mayoritas merupakan mahasiswa. Mereka menilai bahwa gerakan literasi menjadi langkah strategis dalam membangun peran pemuda yang lebih substansial di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Di akhir pernyataannya, Irfan mengajak seluruh kader HIPPERMAKU untuk menjadikan literasi sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar program formalitas.
“Jika kita ingin Kolaka Utara maju, maka pemudanya harus berpikir maju. Dan itu hanya bisa dimulai dari satu hal: membangun budaya literasi,” pungkasnya.
Dengan semangat baru kepengurusan 2026–2027, HIPPERMAKU Cabang Kolaka diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan literasi yang tidak hanya hidup di ruang-ruang diskusi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat luas di Bumi Kolaka Utara.
