Seolah Kau Belahan Jiwa

Seolah Kau Belahan Jiwa
‎Sriyanti Azzahrah

‎Tenang Menenangkan...
‎​Senandung yang tak bergemuruh, dan di situlah engkau, Tuan.

‎​Di perjalanan yang terendap dengan rasa perihnya hatiku,

‎Kusemaikan benih-benih doa yang tak kunjung tahu kapan berakhirnya.

‎​Di atas kertas yang putih bersih itupun...

‎Akan kuukir dengan sajak-sajak yang dapat mengotorinya,

‎Sehingga membuatku kesakitan untuk membaca sajak itu kembali.

‎​Detik,

‎Menit,

‎Jam ke abad pun tak mengapa.

‎​Karena, kaulah pria manis yang memiliki jejak,

‎Di beberapa goresan yang ada dalam jiwaku.

‎​Kau bahkan belum mencoba untuk melukai ragaku,

‎Tetapi jiwaku telah terombang-ambing dengan sifat fanamu itu.
(*)


Catatan: 

Salah satu puisi yang saya tulis sendiri, dengan penuh rasa sakit, sedih dan kekecewaan yang mendalam. Sampai detik ini, ketika saya membaca ulang puisi yang sudah setahun berlalu ternyata telah saya tulis, berjudul "Seolah Kau Belahan Jiwa" ternyata rasa sakitnya masih sama, luka saya kembali menganga, mata saya kembali berkaca-kaca pula. Ternyata sesusah itu untuk menyembuhkan luka yang bahkan luka sendiri itulah yang tak ingin disembuhkan.

Lebih baru Lebih lama