Perjalanan Akademik Dosen dan Studi Doktoral di Usia 24 Tahun


Nama saya Haldi Alfaisal, seorang dosen yang berasal dari Kendari. Langkah yang saya jalani hingga berada di dunia akademik saat ini bukanlah sesuatu yang mudah. Semua dimulai dari tekad untuk terus belajar, keberanian meninggalkan zona nyaman, serta kesediaan menjalani berbagai tantangan demi meraih pendidikan yang lebih baik.

Saya pernah merasakan bagaimana harus meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan di kota orang selama bertahun-tahun. Orang tua saya sebenarnya tidak ingin saya pergi jauh, karena bagi mereka keluarga adalah hal yang sangat berharga. Namun di sisi lain, mereka juga memahami bahwa menuntut ilmu adalah jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dari situlah saya belajar bahwa setiap cita-cita membutuhkan pengorbanan, kesabaran, dan doa yang tidak pernah putus dari keluarga.

Alhamdulillah, saya pernah lulus melalui jalur SNMPTN karena nilai akademik yang baik dan diterima di salah satu universitas untuk menempuh pendidikan S1. Selama perkuliahan, saya dipercaya menjadi ketua tingkat sejak S1 hingga S2. Amanah tersebut mengajarkan saya tentang tanggung jawab, kepemimpinan, kedisiplinan, serta bagaimana memahami banyak karakter dalam lingkungan akademik.

Di dalam perkuliahan, saya selalu berusaha memanajemen waktu antara akademik, dan berbagai aktivitas lainnya di kampus. Bagi saya, kedisiplinan dan konsistensi adalah bagian penting dalam mencapai tujuan. Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan meraih predikat cumlaude. Pendidikan S1 saya tempuh dalam waktu 7 semester, sedangkan pendidikan S2 saya selesaikan dalam waktu 3 semester. Semua itu menjadi pengingat bahwa hasil yang baik selalu lahir dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 dan melanjutkan studi S2, saya juga pernah menjadi seorang guru TIK. Selain itu, saya aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus, organisasi, seminar, dan aktivitas akademik lainnya. Pengalaman tersebut membentuk saya untuk terus berkembang, belajar bekerja sama, berbicara di depan banyak orang, serta menghadapi dinamika kehidupan akademik dengan lebih dewasa.

Saat ini saya mengajar sebagai dosen pada Program Studi Teknik Komputer Fakultas Teknik di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara sambil mulai menempuh studi doktoral pada tahun 2026. Jarak antara tempat saya mengajar dan tempat saya melanjutkan pendidikan memang tidak dekat. Namun hal tersebut tidak pernah mengurangi semangat saya untuk terus belajar, mengabdi, dan bertahan dalam dunia pendidikan. Bagi saya, setiap langkah yang dijalani hari ini akan menjadi cerita berharga di masa depan.

Saya ingin menyampaikan khususnya kepada teman-teman mahasiswa Prodi Teknik Komputer yang saya ajar saat ini, bahwa jangan pernah merasa minder untuk berkembang hanya karena berasal dari daerah atau memiliki keterbatasan. Mahasiswa Teknik Komputer harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi, berpikir kreatif, disiplin, dan terus belajar menghadapi perkembangan zaman.

Tidak ada perjalanan yang selalu mudah. Akan ada rasa lelah, revisi, kegagalan, bahkan tekanan dalam proses perkuliahan. Namun percayalah, semua itu adalah bagian dari proses pembentukan diri. Sebab seseorang yang bertahan dalam proses akan memiliki pengalaman dan mental yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan.

Dunia akademik mengajarkan saya bahwa seorang pendidik juga harus tetap menjadi pembelajar sepanjang hayat. Karena sejatinya, ilmu pengetahuan tidak pernah berhenti untuk dipelajari dan kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran kepada manusia.

Tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari kisah yang dilalui. Masih banyak perjuangan, pengorbanan, dan cerita kehidupan yang belum sempat dituliskan. Namun saya berharap, tulisan ini dapat menjadi motivasi dan semangat bagi mahasiswa untuk terus melangkah dalam menempuh pendidikan. Karena suatu hari nanti, rasa lelah yang pernah dirasakan akan berubah menjadi kebanggaan karena tidak menyerah dalam mengejar ilmu dan masa depan.

Author: Haldi Alfaisal
Lebih baru Lebih lama