Manusia Lupa Ingat

‎Dalam perjalanan hidup, manusia sering sekali lupa dan ingat kepada satu nama yang  menurutnya sulit untuk dihapus.

Ketika ia mencoba lupa justru itu membuatnya ingat atas kejadian berharga, kejadian yang menyenangkan, dan kejadian yang membuat dia berpikir bahwa manusia juga pantas untuk mengenang.

‎Manusia adalah makhluk lupa ingat,barangkali manusia mencoba untuk lupa dan berbagai hal yang ia lakukan.

Ia mencoba menghapusnya seperti ombak menghapus jejak di pasir, ia mencoba lupa seperti hujan yang menghapus debu di dedaunan, ia mencoba menguburnya seperti senja menelan cahaya matahari, ia juga berusaha melupakan seperti waktu menghapus usia pada kalender lama.

‎Anehnya, manusia ingin selalu diingat oleh dunia.Begitulah manusia, makhluk lupa ingat yang berjalan di antara waktu.Mengingat yang seharusnya dilupakan, dan melupakan yang seharusnya dijaga.

‎Padahal hidup bukan seberapa kuat kita mengingat, melainkan tentang seberapa bijak kita mengambil makna dari setiap kenangan yang tersimpan.

‎Sebab dalam 100 tahun yang akan mendatang, tepatnya tahun 2126, kita semua akan terkubur bersama teman dan keluarga.

Dalam 200 tahun ke depan, tepatnya 2226, tidak akan ada yang mengingat bahwa kita ernah ada. Bahkan…..cicit dari cicit kita pun tidak akan mengingat bahwa kita pernah ada.

‎Dalam 300 tahun ke depan, tepatnya tahun 2326, wajah dan suara kita mungkin telah lenyap dari ingatan manusia. tidak akan ada jejak bahwa kita pernah hidup di dunia ini.

Tidak ada yang akan mengingat pencapaian maupun kegagalan yang pernah kita hadapi. Itu memang pikiran yang menakutkan,tapi juga melegakan.Karena itu berarti sebenarnya kita bebas selama ini.

‎Mungkin hidup bukan tentang untuk diingat, mungkin hidup bukan untuk dilupa, dan mungkin hidup hanya tentang untuk dijalani.

‎Author: Tyra Rinjani

Lebih baru Lebih lama