Di dalam keheningan malam yang panjang,
di atas lembaran sunyi yang belum terjamah,
Bagaikan kalimat yang lahir dari jeda,
mengeja cinta lewat baris aksara yang terjaga.
Kau adalah desis awal yang membangunkanku dari lelap.
Aku adalah konsonan setia yang berdiri di sisimu.
Dan kita serupa keabadian yang menjelma di setiap baitku.
Kita merangkai bait demi bait dari debar yang sama,
Sebab Ia mengunci kita dalam dekap sepi yang sejiwa.
Biarkan waktu menghapus tinta di atas kertas putih ini.
Biarkan angin membawa pergi sisa-sisa letih.
Sebab cinta kita bukanlah buku yang lekas tamat,
melainkan bab panjang yang terus menuliskan alamat.
Dan kita tetap menemukan arah dalam dekap rindu yang teramat.
kutuliskan namamu dengan tinta rindu yang basah.
menyusun cerita tentang dua jiwa yang seirama.
